08
Sun, Dec
10 New Articles

Lifestyle
Tools
Typography
Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

HOOQ, layanan video-on-demand di Asia Tenggara, memulai kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 3, inisiatif yang penuh terobosan dan dirancang untuk menyalurkan aspirasi para sineas berbakat, mengembangkan bakat baru, serta menghadirkan kisah-kisah paling menarik dan memukau kepada pemirsa di Asia yang menggemari konten bermutu tinggi.

Guntur Siboro, Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, “Kami senang dapat mengusung kembali kompetisi paling bergengsi di Asia ‘HOOQ Filmmakers Guild’ yang memasuki musim ketiga. Kompetisi ini adalah bentuk komitmen HOOQ dalam mengembangkan industri hiburan dan mendukung sineas berbakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saya percaya, Indonesia memiliki talenta berkualitas untuk industri perfilman di wilayah Asia.”

Allison Chew, Producer, HOOQ Digital Pte. Ltd., menambahkan "Kami menyadari, kisah-kisah yang luar biasa tidak mengenal batasan. Sebagai layanan video-on-demand terkemuka di Asia Tenggara, kami ingin memberikan kesempatan bagi para sineas berbakat agar mereka dapat membagikan kisah-kisah yang luar biasa. Upaya ini bukan hanya untuk menemukan bakat baru, namun juga membuka peluang bagi para sineas di Asia Tenggara untuk unjuk gigi."

Setelah kesuksesan musim sebelumnya, dengan jumlah pendaftar yang tinggi dari para sineas baru yang ingin mewujudkan visi-visi kreatifnya, HOOQ memperkirakan adanya lonjakan antusiasme dan akan ada lebih banyak lagi karya yang didaftarkan pada musim ini. Dalam mengantisipasi naiknya jumlah pendaftar, HOOQ juga akan menambah investasinya untuk pengembangan episode percontohan (pilot episode) sebesar 30% menjadi USD 40.000. Tambahan investasi ini hadir sebagai langkah untuk terus mendukung bakat-bakat di Asia Tenggara dan India yang tumbuh dengan pesat, serta meningkatkan mutu konten yang diproduksi.

Mengomentari peluncuran kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 3, Gene Vicente, Deputy Country Head, HOOQ Indonesia mengatakan, “Kami sudah bekerja sama dengan beberapa sineas paling berbakat di Asia sejak inisiatif ini diluncurkan pada 2017. Kami sangat terkesan dengan keikutsertaan dan karya-karya yang didaftarkan para sineas potensial tersebut. Banyak dari mereka yang menantang metode-metode naratif yang lazim dipakai dan membuat terobosan. Hal ini menunjukkan kiprah Asia yang sarat akan sineas-sineas kreatif serta jarang ditemui di tempat lain. Kami tak sabar menyaksikan karya-karya yang didaftarkan pada tahun ini."

Format penjurian akan mengikuti ketentuan serupa dengan sebelumnya. Dewan juri yang berisi tokoh-tokoh ternama dan sineas berbakat dari seluruh Asia akan memilih lima naskah yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode percontohan. Karya terbaik dari lima episode percontohan tersebut, yang dipilih oleh para pelanggan HOOQ, akan diproduksi menjadi film serial dengan musim penayangan selengkapnya, serta akan ditayangkan di HOOQ.

Para pemenang kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" sebelumnya mencakup:

hooq1

BHAK, pemenang kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" musim 1
Pemenang kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" yang perdana, BHAK, merebut hadiah utama sebagai episode percontohan terbaik di Rhode Island International Film Festival (RIIFF) pada 2018, dan baru-baru ini dinominasikan sebagai film serial web internasional terbaik di RIFF 2019. Film "dramedy" yang dipuji kritikus film ini ditulis serta disutradarai Arjun Chatterjee dan Shreyom Ghosh dari Big3 Media. BHAK mengisahkan dua sineas muda yang ambisius, dan setelah mendapat penolakan di Bollywood, memutuskan untuk menggarap karyanya sendiri, di mana mereka mendapat pengalaman kejam namun jenaka di dunia sinema India yang penuh keputusasaan, semangat, pengkhianatan, dan cinta.

"Berpartisipasi dan memenangkan kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" yang perdana merupakan pengalaman istimewa. Saat mencetuskan ide BHAK, kami ingin mengambil pendekatan yang berani dalam hal bercerita, dan HOOQ memberi kami peluang untuk mewujudkan visi kreatif tersebut. BHAK ialah proyek yang terwujud dengan penuh semangat, dan kami gembira, karya ini meraih perhatian pemirsa," kata Sutradara BHAK Arjun Chatterjee dan Shreyom Ghosh.

hooq2

She's A Terrorist And I Love Her, pemenang kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 2
Film She's A Terrorist And I Love Her asal Singapura bergenre dark comedy muncul sebagai pemenang "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 2. Film ini mengisahkan pria bernasib buruk yang menjalani beberapa kesulitan pribadi dan keuangan. Diburu oleh sekelompok rentenir milenial, dia pura-pura kawin demi mengambil untung, namun istrinya ternyata seorang ekstremis yang menghalalkan segala cara untuk membuat onar di Singapura.

Karya tersebut mengungguli film action-comedy asal Thailand Split Second, film supernatural thriller dari Thailand Lucky Girl, film political thriller asal Malaysia Babi! dan film supernatural drama dari Indonesia Klenix. Film She's A Terrorist And I Love Her kini memasuki tahap praproduksi dan akan dapat ditonton di HOOQ pada akhir tahun ini.

Terence Chia dan Haresh Tilani, Sutradara She's a Terrorist and I Love Her mengatakan, "Di dunia yang sarat akan profesional film dan media berbakat, kami kadang sulit menciptakan sesuatu yang istimewa dan memiliki ciri khas. Melalui She's A Terrorist And I Love Her, kami berani tampil beda dalam memperlihatkan visi kreatif dan arahan film, sambil menemukan komedi dalam tema-tema kontroversial. Kami mengapresiasi HOOQ atas kesempatan tersebut, dan kami yakin, para pemirsa akan menyukai film serial ini."

Cara Berpartisipasi dalam Kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 3
Kompetisi "HOOQ Filmmakers Guild" Musim 3 telah dibuka sejak 30 Juli 2019, dan akan menerima pendaftaran hingga 14 Oktober 2019. Para pendaftar harus mengirimkan karya-karyanya di SINI .

Para peserta lomba harus terdaftar di sekolah perfilman atau bekerja sebagai profesional di industri film, serta memiliki pengalaman memproduksi film. Peserta wajib mengirimkan sebuah naskah dan mencakup sebuah film serial pendek (mini-series) atau serial lengkap (full series) dengan jumlah maksimal 13 episode dalam satu musim. Tidak ada batasan terhadap genre film, namun karya-karya dan produksi film yang didaftarkan harus menggunakan bahasa asli peserta kompetisi. Panitia menerima kiriman karya dari Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, India, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS