12
Tue, Nov
13 New Articles

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Famous Allstars (FAS) resmi meluncurkan platform Allstars.id yang menghubungkan brand dengan lebih dari 20.000 akun influencers terdaftar secara mudah. Allstars juga menggandeng komunitas pelapak Bukalapak untuk meningkatkan strategi pemasaran mereka.

Allstars.id merupakan platform influencers yang didesain untuk menghadirkan solusi paling mudah dengan tujuan dapat menjangkau influencer yang paling tepat dalam mengimplementasikan strategi pemasaran dari usaha kecil dan menengah di Indonesia, mulai dari nano, micro, macro, sampai top tier influencer. Terdapat puluhan ribu influencers dari berbagai platform media sosial, yaitu Instagram, Facebook, Twitter, Youtube dan mewakili berbagai jenis industri seperti Travel, Fashion, F&B, Beauty, Mom & Parenting dan lain lain.

“Allstars adalah platformnya para influencer dan brand bertemu. Kami melihat ada kebutuhan yang besar dari usaha kecil dan menengah di Indonesia terhadap influencer dalam rangka meningkatkan brand awareness terhadap perusahaan dan produk mereka. Tetapi ada persepsi bahwa influencer itu mahal, oleh sebab itulah platform kami hadir untuk membantu para pemilik brand, Allstars menawarkan banyak keuntungan yang luar biasa bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia yang memanfaatkan platform ini untuk melakukan pemasaran produk maupun brand mereka,” kata Alex Wijaya, Business Director Famous Allstars.

Allstars.id mempertemukan perusahaan usaha kecil dan menengah di Indonesia dengan influencer yang tepat bagi mereka melalui dua fitur utama: Allstars Assistant dan Allstars Project. Allstars Assistant akan menghubungkan brand dengan influencer yang sesuai dengan target marketnya untuk menjalankan strategi pemasarannya melalui penerbitan konten-konten yang didesain khusus bagi brand tersebut. Adapun Allstars Project akan membantu brand terhubung dengan influencer yang sesuai dengan anggaran dan meraih awareness melalui konten yang sudah dipersiapkan sendiri. Melalui dua fitur ini, Allstars siap membantu brand meningkatkan awareness, menjangkau audience yang lebih luas serta membuktikan kredibilitas di pasaran.

“Sejauh ini dalam menjalankan campaign di Allstars, kami banyak mendapat kemudahan. Selain flow dan proses di Allstars yang sangat praktis dan sistematis untuk membuat sebuah campaign, keperluan kami terhadap influencer yang diinginkan juga bisa didapat dengan mudah. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk mencari influencer juga tergolong cepat, sehingga kami cukup terbantu dalam menjalankan campaign marketing perusahaan kami dengan waktu yang singkat.” Kata TjoekWidharyoko, CMO Ropang OTW.

Brand dapat menggunakan fitur-fitur unggulan Allstars hanya dengan lima langkah sederhana. Langkah pertama daftarkan brand, lalu pilih fitur yang diinginkan antara Allstars Assistant atau Allstars Project, setelah itu brand diharuskan mengisi brief sesuai keinginan, dilanjut dengan top up saldo untuk biaya yang dibutuhkan, untuk yang terakhir brand dapat review influencer dan konten yang disediakan.

 

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Kimia Farma dan Pertamina menempati urutan teratas di antara lebih dari 30 kandidat dan meraih penghargaan Enterprise Innovation Award tahunan yang diadakan oleh Asia IoT Business Platform (AIBP). Diluncurkan pada tahun 2017, Enterprise Innovation Award menganugerahkan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan enterprise di Asia Tenggara yang memulai inisiatif transformasi digital dalam perusahaan mereka.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Luno, perusahaan global penyedia platform di bidang aset kripto yang telah beroperasi di lebih dari 40 negara di Eropa, Asia Tenggara dan Afrika. Luno mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2016 untuk menyediakan platform untuk membeli, menyimpan dan mempelajari aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum dengan aman dan mudah. Perkembangan Bitcoin di Indonesia telah melewati berbagai tantangan

Perkembangan harga Bitcoin sejak pertama kali dikenalkan hingga saat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dan terbilang fluktuatif. Harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi di akhir tahun 2017 kemudian mengalami tren penurunan di sepanjang tahun 2018.

Claristy, Country Head of Growth Luno Indonesia mengatakan “Kami optimis Bitcoin akan tumbuh lebih positif di tahun ini. Perlu diketahui bahwa sebenarnya harga (price) dan nilai (value) adalah dua hal yang berbeda; price yang kita lihat sekarang ini murni dipengaruhi oleh permintaan, penawaran dan berita dunia, sementara value merupakan nilai kegunaan dari Bitcoin, semakin banyak orang dan perusahaan yang menggunakan Bitcoin atau teknologi yang mendukungnya maka value dari Bitcoin akan semakin tinggi.”

“Selain itu perkembangan harga Bitcoin perlu dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang misalnya 5 atau 10 tahun, dari rentang waktu tersebut kita akan dapat melihat pertumbuhan harga Bitcoin tetap dalam tren peningkatan dan harga Bitcoin sekarang masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga 5 atau 10 tahun lalu.” tambah Claristy.



Sebagai teknologi baru, Bitcoin menghadapi berbagai tantangan yang perlu dilalui sebelum dapat diterima secara luas. Tahun 2018 disebut-sebut sebagai ‘Musim Dingin’ bagi Bitcoin mengingat terjadinya penurunan harga Bitcoin. Namun Luno optimis tahun 2019 Bitcoin akan kembali tumbuh ke arah yang lebih positif.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menurut Luno akan mendukung pertumbuhan Bitcoin yang lebih positif di tahun 2019 di Indonesia:

● Regulasi
Melalui Peraturan Menteri Perdagangan RI No.99/2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggara Perdagangan Berjangka Aset Kripto, Bitcoin atau cryptocurrency lainnya telah ditetapkan sebagai aset kripto dan ditetapkan sebagai subjek komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Luno menilai ini adalah langkah awal yang positif dari pemerintah Indonesia untuk mendukung pertumbuhan Bitcoin dan industri aset kripto ke arah yang lebih positif, karena dengan disahkannya regulasi ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Bitcoin di Indonesia.
● Dukungan dan keterlibatan dari investor dan perusahaan besar
Semakin banyak perusahan dan investor besar yang menaruh minat terhadap Bitcoin maka industri ini akan tumbuh semakin kuat. Hal ini telah terjadi di beberapa negara, yaitu perusahaan – perusahaan manajemen investasi besar telah menjadikan Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi alternatif dalam mengelola dana klien mereka yang bernilai jutaan Dolar Amerika Serikat.
● Edukasi aset kripto
Melalui dukungan dari media dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan yang lebih banyak mengenai Bitcoin dan aset kripto lainnya, maka tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap Bitcoin akan semakin baik dan dapat meningkatkan minat mereka terhadap Bitcoin. Di sisi lain, Luno juga berencana akan semakin aktif untuk melakukan kegiatan edukasi masyarakat, baik secara offline maupun online.
● Pemahaman terhadap Kegunaan dari Bitcoin Wallet atau Dompet Bitcoin
Masyarakat Indonesia mulai memahami kegunaan Bitcoin Wallet; teknologi baru yang memberikan cara baru untuk orang melakukan investasi dan mengirim dana dengan lebih cepat, mudah dan biaya transaksi yang lebih murah.

Faktor-faktor di atas menjadi perhatian utama Luno di tahun 2019 dalam memberikan edukasi Bitcoin kepada masyarakat Indonesia sekaligus memperkenalkan platform Luno kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi jual-beli Bitcoin di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada para pelanggan Luno yang telah memberikan dukungan hingga saat ini. Luno akan terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan adopsi aset kripto di Indonesia, dengan menghadirkan produk aset kripto yang aman dan mudah, serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” tutup Claristy.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Tahun ini, Red Hat Forum Asia Pasifik (APAC) memperingati 25 tahun kiprah dan kontribusi Red Hat bagi inovasi open source. Dengan tema“Ideas Worth Exploring”, acara ini memamerkan bagaimana teknologi open source dapat menyediakan platform bagi imajinasi dan titik temu untuk secara kolektif mendorong peluang-peluang baru.

Red Hat Innovation Awards APAC 2018, memberi penghargaan kepada pelanggan-pelanggan yang menggunakan open source untuk mengatasi tantangan, serta mentransformasi dan memodernisasi teknologi informasi perusahaan mereka guna membantu mempercepat inovasi dan agilitas. Direktorat Jenderal Perbendaharaan di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. (Bank BRI) meraih penghargaan dalam ajang Red Hat Forum Jakarta, Indonesia atas penerapan solusi Red Hat yang luar biasa dan inovatif.

Damien Wong, Vice President and General Manager, Asian Growth and Emerging Markets, Red Hat,dalam presentasinya membagikan tentang perayaan Red Hat ke-25 tahun, di mana sejaktahun 1993, Red Hat telah membantu beragam perusahaan dalam menjelajahi teknologi dan menghadapi disrupsi bisnis melalui inovasi terbuka. Ia menyatakan bahwa open source saat ini telah menjadi pilihan standar bagi perusahaan-perusahaan enterprise di ASEAN dan Red Hat melihat juga peningkatan minat dari perusahaan-perusahaan Indonesia. Teknologi berubah terlalu cepat dan open source dapat membantu perusahaan dalam mengimbangi kecepatan tersebut.

 

David Robinson, CTO, STT Connect juga turut hadir dalam acara diskusi dengan awak media dan mempresentasikan kisah sukses STT Connect. Untuk membangun cloud perusahaan pada platform open source yang fleksibel dan penuh dukungan, STT Connect bermitra dengan Red Hat untuk menerapkan Red Hat Open Stack Platform, Red Hat Ansible Tower, dan software Red Hat enterprise lainnya. Solusi-solusi ini membantu STT Connect dalam menciptakan infrastruktur cloud skala web yang lincah dan efisien, namun tetap aman. STT Connect merupakan perusahaan cloud pertama di Singapura yang meraih sertifikasi Multi-Tier Cloud Security (MTCS) tingkat tertinggi dengan cloud privat OpenStack.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

PT Metropolitand Land Tbk (MTLA) ekspansi proyek baru di Ubud, Bali. Perusahaan properti ini akan meluncurkan proyek segmen atas bertajuk Royal Venya Ubud. Proyek ini merupakan sebuah komplek villa mewah dan hotel bintang lima yang dibangun di lereng bukit di atas lahan 1,6 hektare (ha). Metropolitan Land telah menyiapkan investasi Rp 220 miliar untuk pengembangan proyek ini, termasuk untuk lahan.

Add a comment

Artikel Selanjutnya...