08
Sun, Dec
10 New Articles

Industri
Tools
Typography
Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Pameran perdagangan elektronik Global Soures Electronics akan hadir di Indonesia, tepatnya pada 5-7 Desember 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Global Sources Electronics Indonesia 2019 akan menghadirkan 350 pemasok dari Cina daratan, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong. Pameran ini merupakan wadah bagi para pelaku bisnis di Indonesia dalam memperluas jejaring pengadaan barang elektronik, mengetahui inovasi terbaru serta menemukan mitra bisnis potensial.

Pameran GSEI 2019 akan terbagi menjadi empat kategori utama, yakni
• Peralatan Elektronik untuk konsumen, yang memamerkan Peralatan Elektronik Rumah, Audio, dan Periferal Komputer.
• Peralatan Elektronik Seluler yang meliputi aksesoris seluler, power bank, dan lain-lain.
• Komponen-komponen elektronik yang menampilkan sumber daya listrik, konektor, sirkuit, dan komponen-komponen lainnya.
• Gaming dan AR/VRyang terdiri dari game console, keyboard, dan peralatan gaming lainnya.

Tidak hanya menampilkan produk, ide dan teknologi teranyar, event ini juga membawa peserta pameran terverifikasi yang berpengalaman dalam memasok untuk beberapa merek teratas di industri elektronik, dan yang sangat antusias dalam melayani pasar Indonesia.

Acara ini secara resmi didukung oleh asosiasi dan pelaku bisnis di Indonesia seperti GINSI (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia), Importir.org yang merupakan wadah untuk para pelaku bisnis impor, AsiaCommerce, pelaku di bidang end-to-end service impor untuk B2B dan B2C, idEA (Indonesia e-Commerce Association) yang merupakan asosiasi e-commerce di Indonesia, Indonetwork, Indotrading dan Zyrex.

“Perkembangan yang cepat dan perubahan lanskap pasar di Indonesia telah menciptakan peluang baru yang menarik bagi bisnis. Indonesia merupakan salah satu anggota G20 dengan peringkat ke-16 untuk ekonomi dunia dan mencatatkan perkembangan ekonomi terbesar di ASEAN, dengan kenaikan PDB 5,2% setiap tahun. Saat ini, masyarakat kelas menengah Indonesia, demografi pasar utama untuk penjualan elektronik, mencapai 70 juta orang, dan akan tumbuh menjadi 130 juta orang pada 2030. Indonesia juga merupakan basis konsumen yang menjanjikan, dengan populasi usia produktif (15-65 tahun) mencapai 68% total penduduk,” ujar Toerangga Putra, selaku President Director dari Adhouse Clarion Events, penyelenggara Global Sources Electronics Indonesia 2019.

Perilaku konsumen yang mengalami modernisasi, menciptakan peluang baru bagi produk dan merek baru untuk memasuki pasar melalui lebih banyak saluran. Apalagi elektronik saat ini menempati urutan kedua untuk transaksi penjualan terbanyak yang dilakukan melalui e-commerce.

“Potensi ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dan meningkatnya pangsa UMKM dan penjual online di Indonesia adalah pendorong di balik acara ini. Kehadiran Global Sources Electronics Indonesia diharapkan dapat memberikan peluang bisnis bagi pebisnis di Indonesia, ujar Wendy Lai, selaku Vice President Global Sources Exhibition Hong Kong.

Survei Kementerian Perindustrian menyimpulkan bahwa pemberlakuan kawasan perdagangan bebas di ASEAN-Cina (ACFTA) telah memicu meningkatnya permintaan produk elektronik dari Cina oleh konsumen, dengan produk terlaris adalah laptop dan ponsel. Asosiasi Produsen Elektronik Indonesia (Gabel) memproyeksikan industri elektronik Indonesia masih dapat tumbuh 5% -10% pada tahun 2019.

Pemerintah memasukkan industri elektronik dan produk telematika sebagai salah satu dari enam pilar industri dalam Master Pengembangan Industri Nasional 2015-2035 Paket (RIPIN). 2015 hingga 2024 akan berfokus pada pengembangan komponen elektronik dan peralatan rumah. Sedangkan 2025 hingga 2030 diarahkan pada pengembangan fabrikasi komponen dan semikonduktor.

Global Sources Electronics sendiri merupakan pameran sumber pengadaan barang elektronik yang memamerkan peralatan elektronik untuk konsumen, komponen-komponen elektronik dan peralatan elektronik seluler. Perusahaan media B2B (business to business) yang berbasis di Hong Kong itu, mengadakan pameran teknologi tahunan (setiap bulan April dan Oktober) untuk menjembatani para supplier dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, Hong Kong, Macau, Taiwan, Thailand, dan lain-lainnya dengan para pembeli dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS