17
Wed, Jul
11 New Articles

Ekonomi
Tools
Typography
Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Perayaan ulang tahun ke-5 Tunaiku digelar dalam nuansa teknologi cukup kental. Hal ini ditandai dengan adanya penggunaan Artificial Intelegency (AI), karena pembukaan acara dilakukan oleh robot AI. Artificial intelligence mempunyai karakter yang sama dengan value Tunaiku yaitu customer focus. Selain itu juga, di acara yang bertemakan #Berbagi5enyum ini nuansa dekorasi terlihat apik dengan adanya wishing tree yang diperuntukan khusus untuk para tamu yang hadir.

Tunaiku yang diluncurkan pada 2014, merupakan pionir financial technology (fintech) di Indonesia dan juga merupakan produk fintech pertama di bawah lembaga bank. Tunaiku pada 2014, memulai operasional hanya dengan 1.000 nasabah. Sekarang ini, Tunaiku telah memberikan layanan bagi hampir 300 ribu orang, dan akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Pertumbuhan yang begitu cepat dari Tunaiku, menunjukan produk yang dimiliki oleh Tunaiku sudah sesuai dengan target pasar utama, pas di hati masyarakat.

Mengidentifikasi segmen pelanggan yang 'membutuhkan' - segmen ini terutama berada dalam kelas ekonomi sosial yang kurang terlayani dan tidak memiliki rekening bank. Kemudian identifikasi 'kebutuhan' mereka - kebanyakan memiliki kebutuhan yang terkait dengan keadaan darurat, kesempatan untuk membuka usaha kecil, pendidikan, dan lainnya. “Setelah segmen dan kebutuhan diidentifikasi, kami menggunakan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang kami miliki untuk melayani kebutuhan mereka dan memberikan layanan keuangan pada saat dibutuhkan,” ungkap Vishal Tulsian, founder Tunaiku dalam acara Press Conference & Media Award Tunaiku Anniversary ke-5 di Golden Ballroom Hotel Sultan (11/7/19).

Pertumbuhan Tunaiku juga ditunjukkan dengan jumlah unduhan aplikasi Tunaiku Mobile yang mencapai lebih dari 2,5 juta pengunduh. Dari sisi jumlah pinjaman yang disalurkan ke nasabah telah lebih dari Rp2 triliun. Rata-rata nasabah Tunaiku meminjam untuk kebutuhan produktif dengan tiga kategori tertinggi sebagai berikut sekitar 93 ribu senyuman untuk renovasi rumah, lebih dari 43 ribu senyuman untuk modal usaha, lebih dari 27 ribu senyuman untuk biaya pendidikan.

Hal ini juga terlihat dengan peningkatan jumlah pegawai. “Diawali dengan 17 orang pegawai pada 2014, saat ini pegawai Tunaiku telah mencapai lebih dari 700 orang. Penambahan pegawai ini merupakan suatu upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik seiring dengan peningkatan jumlah nasabah,” ungkap Vishal.

Dalam hal literasi keuangan, Tunaiku selalu mendorong nasabah untuk menjadi individu yang bertanggung jawab. “Mereka yang benar-benar ‘membutuhkan’ cenderung memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pengelolaan keuangannya, dan kami pun mendorong mereka untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan yang produktif,” kata Vishal.

Selain itu, pencapaian besar Amar Bank menjadi bank BUKU 2 d i 2019 tentunya membuat Tunaiku dapat melayani masyarakat Indonesia sebagai platform digital dengan lebih baik lagi. "Tunaiku adalah produk masa depan kami, yang selalu siap melayani masyarakat. Dengan perubahan Amar Bank menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2, kami yakin terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia," ungkap Tuk Yulianto, Direktur Utama Amar Bank.

Dengan status BUKU 2 bagi Amar Bank akan membuat Tunaiku dapat melayani masyarakat Indonesia melalui platform digital dengan lebih leluasa. “Perubahan Amar Bank menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 merupakan langkah besar yang akan membuat Tunaiku lebih leluasa lagi melayani masyarakat Indonesia. Terutama, dengan perubahan ini memungkinkan kami untuk lebih mudah memberikan layanan perbankan digital bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan financial technology merupakan keharusan dan platform ini akan terus tumbuh dan menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan. Tunaiku akan menjadi platform yang akan memberikan senyum kepada masyarakat Indonesia lebih banyak lagi,” pungkas Tuk.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS