17
Thu, Oct
8 New Articles

Phone Tips&Trik
Tools
Typography
Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Facebook secara resmi membuka kafe pop up untuk semua kalangan dan menawarkan berbagai aktivitas untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pengaturan, kebijakan, dan fitur privasi yang tersedia di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Facebook Cafe berlokasi di area Melawai, Jakarta.

Noudhy Valdryno, Manajer Kampanye Kebijakan, untuk Facebook di Indonesia “Setiap hari, orang Indonesia terhubung dengan teman atau keluarga melalui Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dan kami memahami bahwa mereka memiliki banyak pertanyaan tentang cara platform kami bekerja dan bagaimana kami dapat memberikan perlindungan terhadap informasi yang mereka bagikan. Selama tiga hari ini (13 - 15 September), rekan-rekan dari Facebook di Indonesia akan menjawab pertanyaan orang-orang secara langsung di Facebook.”

Setiap orang memiliki banyak cara untuk mengatur informasi yang mereka bagikan di media sosial. Hal ini juga termasuk fitur untuk memastikan bahwa mereka berbagi informasi dengan orang-orang yang mereka pilih. Namun, fitur dan kendali privasi ini hanya dapat berfungsi dengan baik jika mereka memahami cara penggunaannya.

Di Facebook Cafe, pengunjung akan diajak untuk mengikuti tes privasi, yang akan membantu mereka untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang fitur dan kendali privasi di Facebook, Instagram dan WhatsApp. Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan pengaturan Privasi mereka, sambil menikmati sajian dan camilan dari Facebook, sehingga mereka dapat melihat dan meninjau tentang siapa yang melihat informasi dan konten yang mereka bagikan, dan juga situs atau aplikasi apa yang menggunakan Facebook untuk login atau mendaftar.

Facebook, Instagram, dan WhatsApp dirancang untuk membangun komunitas dan membuat dunia menjadi lebih dekat. Platform kami membantu orang untuk terhubung dengan teman dan keluarga, menemukan perhelatan lokal, dan komunitas yang sesuai dengan minat mereka. Facebook menyadari bahwa orang menggunakan platform kami untuk saling terhubung, tetapi tidak semua orang ingin berbagi semua hal dengan semua orang - termasuk dengan Facebook. Merupakan hal yang penting bahwa setiap orang memiliki pilihan tentang bagaimana informasi mereka digunakan.

“Menjaga komunitas yang aman dan memiliki informasi yang memadai agar bisa terhubung dan berbagi di Facebook, Instagram dan WhatsApp sangatlah penting bagi kami. Inilah mengapa kami mengajak seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya Jakarta, untuk datang ke Facebook Cafe dan belajar tentang cara melindungi informasi di ranah online dan memahami lebih jauh tentang fitur pengaturan Privasi dan Pintasan Privasi di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Karena hanya kamu sendiri yang bisa #KendalikanPrivasimu," tutup Valdryno.

Anda bisa melindungi privasi Anda sendiri
Salah satu kunci utama untuk menjaga keamanan di dunia maya adalah dengan melindungi akun Anda sendiri. Oleh karena itu, para pengguna harus bisa melindungi diri mereka sendiri secara proaktif dengan memahami panduan serta alat yang tersedia di media sosial untuk melindungi akun mereka. Berikut ini adalah beberapa tips serta alat yang bisa dilakukan oleh para pengguna Facebook untuk melindungi privasi mereka sendiri di Facebook:

1. Lindungi password Anda. Jangan gunakan password Facebook Anda untuk akun personal lainnya seperti email atau akun media sosial lainnya. Selain itu, jangan pernah membagikan informasi tersebut kepada siapapun. Password Anda setidaknya harus terdiri dari 6 karakter dan sulit untuk ditebak. Hindari penggunaan nama Anda atau kata yang umum. Anda dapat menggunakan kombinasi angka, huruf, dan tanda baca untuk membuat password Anda menjadi lebih sulit ditebak. Pelajari lebih lanjut bagaimana cara membuat password yang sulit ditebak.

2. Jangan pernah membagikan informasi login Anda. Pelaku kejahatan di internet mungkin membuat website palsu yang mirip Facebook dan meminta Anda untuk login menggunakan email dan password Anda. Selalu cek URL situs tersebut sebelum Anda memasukan informasi login Anda. Jika ragu, ketik www.facebook.com di browser Anda untuk membuka Facebook. Pelajari lebih lanjut cara untuk menghindari phishing.

3. Log out dari Facebook jika Anda menggunakan komputer yang tersedia di tempat umum. Jika Anda lupa, Anda dapat melakukannya dari jarak jauh dengan membuka Pengaturan Keamanan dan klik pilihan 'Di mana Anda Masuk'. Setelah itu, Anda dapat memilih 'Keluar' pada aktivitas login yang mencurigakan dari perangkat yang tidak Anda kenal.

4. Jangan terima permintaan pertemanan dari orang yang Anda tidak kenal. Pelaku kejahatan di internet biasanya membuat akun palsu untuk bisa berteman dengan sasaran mereka di Facebook. Ketika Anda menerima permintaan pertemanan mereka, maka mereka berkesempatan untuk memposting spam ke linimasa Anda, menandai Anda dalam sebuah postingan, atau mengirimkan pesan yang berbahaya.

5. Berhati-hatilah dengan software yang berbahaya. Pelajari tanda-tanda dari komputer atau perangkat yang sudah terinfeksi virus dan bagaimana cara menghapus software yang berbahaya. Selalu perbarui browser Anda secara berkala dan hapus aplikasi yang mencurigakan atau hapus add-on browser Anda.

6. Jangan pernah klik URL yang mencurigakan, walaupun URL tersebut datang dari teman yang Anda kenal. Hal ini termasuk link di Facebook (contohnya dari postingan) atau dari email. Perlu diketahui bahwa Facebook sendiri tidak pernah meminta password Anda melalui email. Jika Anda melihat URL yang mencurigakan di Facebook segera laporkan kepada kami.

Gunakan fitur keamanan tambahan. Sebagai contoh, Anda bisa mendapatkan pemberitahuan terkait login tidak dikenal dan memilih teman untuk dapat menjadi kontak terpercaya Anda. Selain itu Anda juga dapat mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah. Jika Anda login ke Facebook dari sebuah komputer, Anda dapat melakukan pemeriksaan keamanan untuk memeriksa pengaturan keamanan Anda.

Sumber : PULSA

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS