23
Mon, Sep
11 New Articles

Technology
Tools
Typography
Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Dengan sistem SBMPTN yang baru, para peserta akan lebih diuntungkan karena pengujian dan penilaian untuk mereka akan menjadi lebih transparan dan objektif.

Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri di Indonesia yang dilaksanakan serempak dan berskala nasional. SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan calon mahasiswa melalui serangkaian tes tertulis yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang saintek dan/atau bidang sosial humaniora. Untuk tahun ini 85 Perguruan Tinggi Negeri tergabung dalam SBMPTN dan akan memulai pendaftaran peserta pada 10 Juni – 24 Juni 2019.

Setiap tahun, ajang SBMPTN menjadi ajang persaingan ketat bagi para calon mahasiswa untuk mengejar jurusan dan universitas negeri yang diidamkan. Melihat data dari tahun 2018, sebanyak 860,001 pelajar mengikuti seleksi bersama perguruan tinggi negeri namun hanya sekitar 165,831 pelajar atau 19,3% yang berhasil masuk universitas impian. Pada tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) melakukan perubahan pada sistem penerimaan dan pelaksanaan SBMPTN di mana ujian tertulis tidak lagi dilaksanakan dan seleksi akan didasarkan pada nilai Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK merupakan ujian berbasis komputer yang dilaksanakan beberapa kali dalam satu tahun dan nilainya akan digunakan sebagai dasar penerimaan SBMPTN.

Sabda Putra Subekti

Co-Founder dan Chief Executive Officer Zenius Education, Sabda Putra Subekti, mengatakan, “Usaha pemerintah dengan mengubah sistem penerimaan mahasiswa tahun ini melalui UTBK merupakan langkah yang baik, karena sistem seleksi melalui penilaian berbasis UTBK lebih transparan dan objektif dalam menyaring siswa-siswi terbaik. Dengan memberikan dua kali kesempatan menjalani UTBK, diharapkan siswa dapat meminimalisasi faktor non-teknis dan memberikan performa terbaik saat mengerjakan ujian. Walaupun sistem ini baru dilaksanakan dan implementasinya dapat dieksekusi dengan lebih rapi, kami sangat mendukung dan mengapresiasi usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.”

Menurut Sabda, frekuensi ujian dan kesempatan untuk mengikutinya sebaiknya diperbanyak seperti model ujian SAT (Scholastic Aptitude Test) di Amerika Serikat. “Dengan begitu, para siswa dapat menjadi lebih siap menghadapi pendidikan yang lebih tinggi dan membantu mereka mempertimbangkan jurusan kuliah yang tepat,” ujarnya.

Terdapat beberapa perbedaan dalam pelaksanaan SBMPTN 2018 dengan SBMPTN 2019. Pada tahun 2018, SBMPTN merupakan ujian yang diselenggarakan secara nasional dalam menyeleksi para siswa untuk masuk ke PTN, dan mereka hanya dapat mengikuti satu kali ujian. Selain itu, para peserta dapat mengikuti ujian campuran (saintek dan soshum). Tahun ini, SBMPTN 2019 adalah proses seleksi dengan menggunakan sistem UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer). Ujian ini dilaksanakan beberapa kali dalam setahun dan siswa-siswi dapat mengikuti maksimal dua kali ujian. Dalam dua kali UTBK, siswa dapat mengikuti ujian bidang saintek dan soshum, tetapi tidak lagi dapat mengikuti ujian campuran. Nilai dari UTBK tersebut kemudian tidak hanya dapat digunakan untuk pendaftaran SBMPTN, tetapi juga memungkinkan untuk digunakan sebagai komponen penilaian dalam seleksi mandiri, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dengan kata lain, UTBK adalah ujiannya, sementara SBMPTN adalah seleksi nilainya.

utbk2

Jenis soal yang digunakan pada UTBK 2019 akan menguji kemampuan analitik dan pemahaman konsep yang mendalam. Soal-soal ini menggunakan studi kasus fenomena sehari-hari, sehingga bisa langsung menguji apakah kemampuan siswa dapat diaplikasikan di dunia nyata.

“Tipe soal seperti ini baik sekali jika diterapkan juga di sekolah, sehingga jenis soal ini juga akan digunakan untuk menguji kemampuan peserta seleksi masuk perguruan tinggi negeri jalur seleksi rapor atau SNMPTN. Dengan begitu, siswa-siswi yang tersaring sebagai yang terbaik adalah yang bisa berpikir dalam dan secara kreatif, bukan mereka yang hanya sekedar ahli menghafal. Selain itu, dengan menggunakan soal yang juga digunakan di UTBK SBMPTN, standar pengajaran di sekolah dan pendidikan tinggi bisa makin selaras. Zenius Education memberikan konten pembelajaran berbasis konsep, sehingga para pengguna siap beradaptasi dengan tipe soal yang baru dan siap menghadapi UTBK SBMPTN 2019,” tutup Sabda.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS