27
Mon, Jan
11 New Articles

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Zebra Technologies Corporation , umumkan integrasi efisien yang dilakukan Seoul National University Bundang Hospital (SNUBH), yakni antara komputer sentuh TC51-HC berukuran saku dari Zebra, dengan sistem internal Closed Loop Medication Administration (CLMA) milik SNUBH. Solusi ini memungkinkan para staf klinis mengakses data pasien secara aman dan efisien, sembari memberikan perawatan bagi pasien tersebut.

Dengan 11 pusat spesialis, 33 departemen medis dan 1.352 tempat tidur, SNUBH merawat sekitar 7.000 pasien rawat inap per hari. SNUBH adalah rumah sakit digital yang menerapkan metode bebas kertas (paperless) dalam lingkungan cerdas dan canggih, dan bertujuan memberikan setiap pasien keamanan dan kenyamanan. Untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, serta mutu keamanan dan layanan medis, SNUBH menerapkan sistem CLMA pada tahun 2007.

CLMA merupakan sistem pelaksana real-time dan manajemen sumber daya yang menggunakan komputer mobile dan teknologi RFID untuk mengirimkan data pasien, demi tujuan profesional. Dengan sistem informasi rumah sakit, CLMA mengirimkan data mengenai tugas-tugas yang sedang diproses staf klinis ke electronic medical record (EMR) secara real-time.

Selanjutnya, log disimpan dalam BESTCare2.0, sistem informasi rumah sakit generasi terbaru, yang memudahkan pemantauan bila terjadi kekeliruan yang dilakukan pengguna CLMA. Sistem ini memungkinkan staf klinis SNUBH melakukan beberapa tugas, seperti pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan praoperasi dan praktik keperawatan secara real-time melalui komputer mobile mereka. Foto pemeriksaan medis pasien juga dapat dilakukan staf klinis di komputer mobile dan secara instan disimpan dalam sistem EMR untuk referensi di kemudian hari.

“SNUBH bercita-cita menjadi rumah sakit cerdas terkemuka yang berfokus pada peningkatan perawatan pasien dan efisiensi staf klinis kami. SNUBH adalah rumah sakit pertama di luar AS yang memperoleh sertifikasi 7 langkah dari Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS), level layanan medis tertinggi. Ketika diterapkan pada produk darah dan menyusui, teknologi CLMA memainkan peran penting dalam mencapai keselamatan pasien, peningkatan efisiensi untuk manajemen sumber daya, dan memperoleh sertifikasi HIMSS Analytics EMRAM Stage 7 di AS,” ujar Ho-Young Lee, M.D., Director of Medical Information Center, Rumah Sakit Seoul National University Bundang. “Melalui penerapan teknologi Zebra, SNUBH semakin meningkatkan keselamatan pasien dengan sistem informasi yang lebih nyaman dan berorientasi pada pengguna untuk mencapai efisiensi yang lebih besar. Langkah ini mengkonsolidasikan posisi kami sebagai rumah sakit cerdas perintis di Korea Selatan dan semakin menempatkan kami di depan para pesaing kami.”

“Kami sangat senang mengetahui bahwa SNUBH yang bergengsi telah memilih TC51-HC untuk menjadi bagian dari lingkungan cerdas dan canggih mereka,” tutur John Woo, Regional Sales Director of Korea, Zebra Technologies. “Komputer sentuh all-in-one ini memberdayakan para staf klinis untuk memberikan perawatan yang optimal dengan memungkinkan mereka terhubung secara instan, berkolaborasi, dan berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka. Perangkat teknologi kesehatan Zebra seperti TC51-HC dirancang untuk memungkinkan kolaborasi, menyederhanakan alur kerja, serta mengambil dan mengakses informasi pasien tepat di sisi pasien.”

Penerapan teknologi ini memungkinkan staf klinis SNUBH memperoleh akses instan ke data-data penting pasien dalam satu perangkat ringan yang tidak hanya tahan banting, namun juga memiliki standar kelas medis dan baterai tahan lama, dengan masa pakai hingga 14 jam. TC51-HC memiliki dua kamera bawaan yang membantu staf klinis mengambil foto resolusi tinggi dari kondisi pasien saat konsultasi cepat atau dokumentasi medis. Didukung OS Android, TC51-HC memiliki throughput aplikasi lima kali lebih cepat, dengan konsumsi daya 15 persen lebih sedikit, yang memungkinkan bertahan cukup lama dalam jam kerja yang panjang.

 

Add a comment

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kemajuan suatu negara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2016 memberikan pernyataan bahwa terdapat kenaikan signifikan terhadap nilai Programme for International Student Assessment (PISA) di Indonesia, tetapi Indonesia masih menduduki posisi terbawah dengan peringkat 65 dari 73 peserta.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Tren positif terjadi dalam pengimplementasian teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Menurut survei Asia IoT Business Platform di ASEAN tahun lalu, lebih dari 83 persen bisnis Indonesia saat ini sedang mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi IoT. Menurut survei itu,11,8 persen bisnis sudah mengimplementasikan solusi IoT dan 5,1 persen sudah mendapat manfaat dari pengimplementasian itu, sementara 29 persen sedang mengeksplorasi solusi-solusi IoT yang ada, dan 37 persen sedang mengumpulkan fakta dan mempelajari solusi IoT.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Red Hat, penyedia solusi open source, mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud Series, sebuah acara untuk pakar strategi dan praktisi hybrid cloud (11/7/19). Berlangsung di seluruh Asia Pasifik, acara tersebut akan menjelajahi 11 negara di kota-kota besar di Asia, seperti Beijing, Bangkok, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Mumbai, Manila, Seoul, Singapura, Taipei dan Tokyo.

Add a comment

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Seberapa jauh ancaman perangkat internet terhadap keberadaan manusia? F5 (NASDAQ: FFIV) merilis laporan Threat Analysis Report volume ke-5 yang bertajuk ‘The Hunt for IoT: Multi-Purpose Attack Thingbots Threaten Internet Stability and Human Life’. F5 Labs menyoroti data serangan global terhadap perangkat Internet of Things (IoT) pada periode Januari - Juni 2018 seperti halnya dalam laporan IoT Volume 4, namun dengan lingkup data yang lebih luas.

Add a comment

Artikel Selanjutnya...